MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN HURUF MELALUI KARTU HURUF BERGAMBAR DI KELOMPOK B TK AL MUNAJAH KOTA BANDUNG

 

 

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBEDAKAN HURUF

MELALUI KARTU HURUF BERGAMBAR

DI KELOMPOK B  TK AL MUNAJAH KOTA BANDUNG

 

 

 

Abstrak

Penulisan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membedakan huruf yang mirip dengan menggunakan media kartu bergambar pada anak kelompok B di TK Al Munajah Bandung. Penulisan ini dilakukan karena adanya permasalahan dalam membedakan huruf di kelompok B. Jenis penulisan ini adalah penulisan tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan secara kolaboratif.

Subjek penulisan ini sebanyak 7 anak. Obyek penulisan dalam penulisan ini adalah peningkatan kemampuan membedakan huruf yang mirip menggunakan media kartu huruf bergambar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kuantitatif.

Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan dalam penulisan ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan membedakan huruf pada anak kelompok A di TK Al Munajah Bandung dapat ditingkatkan menggunakan media kartu huruf bergambar dalam proses pembelajaran permainan tebak huruf pada kartu kata dengan cara masing-masing anak membawa/memegang kartu kata secara langsung dan memainkannya sesuai instruksi guru yaitu menyebutkan huruf, menunjukkan huruf, dan menghubungkan huruf. Hasil penulisan menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan membedakan huruf b dan d.

Kata kunci : kemampuan membedakan huruf, media kartu huruf bergambar , TK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan makna kepada orang lain dan membangun interaksi antara individu satu dengan lainnya. Kemampuan berbahasa menunjukkan kemampuan manusia yang kompleks dan fantastis, sehingga bahasa dapat berkembang dengan cepat sejak anak usia dini. Perkembangan bahasa dimulai dari lingkungan yang sederhana melalui praktek empirik secara langsung.

Perkembangan bahasa anak ditempuh melalui cara yang sistematis dan berkembang sesuai tahap perkembangan anak meskipun dari berbagai latar belakang yang berbeda (Enny Zubaidah, 2003: 13). Anak-anak memiliki kemampuan berbahasa yang baik dalam mengungkapkan pemikiran, perasaan serta tindakan interaktif dengan lingkungannya sejak usia dini.

Anak usia dini merupakan sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia. Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak.

Pendidikan Anak Usia Dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang meberikan kesempatan padanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang


berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.

Anak Taman Kanak-kanak pada umumnya sudah mampu berkomunikasi secara lisan, namun untuk membaca anak masih mengalami kesulitan mengingat bahasa merupakan sistem yang rumit dan melibatkan berbagai unsur seperti huruf (simbol), kata, kalimat dan tata cara melafalkannya. Untuk mengembangkan kemampuan membaca pada anak, guru harus mampu menciptakan media berupa alat permainan yang memotivasi anak dalam belajar. Media yang digunakan dibuat bervariasi agar anak tidak merasa bosan dan jenuh dalam belajar.

Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis ingin memperbaiki proses pengenalan membaca dengan cara melakukan penulisan dengan judul : Meningkatkan Kemampuan Membedakan Huruf yang Mirip Melalui Kartu Huruf Bergambar di Kelompok B TK AL Munajah Bandung.

A.  Identifikasi Masalah

1.    Kurangnya kemampuan mengenal huruf yang mirip kelompok B di TK Al Munajah Bandung

2.    Kurangnya cara mengenalkan huruf dengan media yang menyenangkan pada anak kelompok B

3.    Belum digunakannya media kartu kata dalam pembelajaran di TK Al Munajah Bandung

4.    Kurangnya stimulasi pada anak untuk mengembangkan kemampuan mengenal huruf di TK Al Munajah Bandung

 

B.   Analisis Masalah

Dari masalah-masalah yang dihadapi di atas ternyata hal   tersebut    disebabkan    oleh     beberapa     factor,     yaitu    dalam membedakan    huruf    yang  mirip  seperti   b dan d anak   masih    kurang  bervariasi,   antara   lain   dalam membedakan huruf  kepada  anak,   pembelajaran  terkesan   monoton,  tidak    menarik  sehingga   anak   kurang   termotivasi,   guru  tidak   menggunakan   media  pembelajaran  yang  dapat meningkatkan daya  tarik dan konsentrasi anak terhadap  pembelajaran.

 

C.      Rumusan Masalah

1.         Rumusan Masalah Umum

Apakah penerapan melalui kartu huruf bergambar dapat meningkatkan kemampuan membedakan huruf yang mirip pada kelompok B TK Al Munajah Bandung Kota Bandung

2.         Rumusan Masalah Khusus

a.         Bagaimana perencanaan melalui kartu huruf bergambar dalam meingkatkan kemampuan membedakan huruf yang mirip pada kelompok B TK Al Munajah Kota Bandung?

b.         Bagaimana pelaksanaan melalui kartu huruf bergambar dalam meingkatkan kemampuan membedakan huruf yang mirip pada kelompok B TK Al Munajah Kota Bandung?

D.       Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah mengetahui penggunaan media kartu huruf bergambar untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada kelompok B di TK Al Munajah

E.       Manfaat

Adapun manfaat penulisan ini, dijabarkan manfaat untuk siswa, guru, dan sekolah.

1.    Untuk anak

       Mampu mengingat dalam pembelajaran mengingat, membayangkan, bagaimana cara memecahkan soal, menyusun strategi kreatif, menghubungkan kalimat menajdi pembicaraan yang bermakna (meaning full) di Kelompok B Tk Al Munajah.

2.         Untuk Guru

a.    Dapat mengetahui minat anak dalam belajar

b.    Dapat meningkatkan kemampuan  Guru dalam memberikan pengembangan

c.    Dapat dijadikan strategi dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak

d.    Guru dapat mengajar dengan berbasis hasil penulisan

3.         Untuk sekolah

a.    Hasil penulisan ini diharapkan dapat memperkaya dalam menggunakan media pembelajaran khususnya dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak

b.    Sebagai bahan masukan bagi para pengelola TK dalam merencanakan melaksanakan, menempatkan dan mengevaluasi pembelajaran dalam mengembangkan kognitif.

c.    Dapat menjadikan sekolah lebih maju dan berkembang dengan  adanya peningkatan guru pada pembelajaran

 

II. KAJIAN PUSTAKA

A.        Konsep Dasar Anak Usia Dini

1.      Pengertian Anak Usia Dini 

            Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentan usia 0 – 6 tahun menurut ( UUD Sisdiknas tahun 2003 ) pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan anak mengalami perkembangan yang sangat besar diberbagai aspek seperti : aspek bahasa, kognitif, fisik motoric, sosial emosional dan seni. Pada masa ini sering juga disebut dengan masa golden age atau usia keemasan anak.

Apabila stimulasi yang diberikan tersebut tidak didasarkan pada karakteristik perkembangan anak, maka hasil dari perkembangan anak tidak akan maksimal, Batasan tentang anak usia dini disampaikan oleh NAEYC ( National Assotion For Edocation Of Young Cildreen ) yang menyatakan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang 0 – 8 tahun, yang tercakupm dalam program Pendidikan ditaman penitipan anak, penitipan anak pada keluarga, Pendidikan prasekolah baik swasta maupun negeri di TK dan SD ( NAEY, 1992 ).

 Beberapa pengertian anak usia dini menurut para ahli antara lain : 

a.             Pandangan pastalozzi ( 1746 – 1827 )

Mengemukakan bahwa anak harus aktif dalam menolong atau mendidik dirinya sendiri. Implikasi pada pembelajaran bahwa pembelajaranpun harus maju selangkah demi selangkah

b.             Maria Montessori (1870-1952)

Maria Montessori adalah seorang dokter bidang penyakit anak yang meyakini bahwa Pendidikan di mulai sejak lahir. Bayi yang masih kecil perlu dikenalkan dengam orang-orang dan suara-suara, diajak bermain dan bercakap-cakap agar anak-anak dapat berkembang menjadi anak yang normal dan Bahagia. Dasar Pendidikan Montessori yaitu penghargaan terhadap anak, absorbent mind (pemikiran yang cepat menyerap), sensitive periods (masa peka), penataan lingkungan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak, Pendidikan sendiri (pedosentris), masa peka, dan kebebasan.

c.                   Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara adalah tokoh Pendidikan Indonesia, berpandangan bahwa anak sebagai individu yang memiliki potensi dan berkembang sehingga pemberian kesempatan yang luas bagi anak mencari dan menemukan pengetahuan, secara tidak langsung akan memberikan peluang agar potensi yang dimiliki anak berkembang dengan baik. Dari uraian diatas , dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga diperlukan stimulasi yang tepat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal.

2.      Pengelompokan Anak Usia Dini

Anak usia dini dapat dikelompokan menjadi tiga tahap pengelompokan anak yaitu:

a.       Pengelompokan anak usia 0-2 tahun 

b.      Pengelompokan anak usia 2-4 tahun terdiri atas kelompok usia

-          2-3 tahun

-          3-4 tahun

c.       Pengelompokan usia 4-6 tahun terdiri atas kelompok usia

-          4-5 tahun

-          5-6 tahun

3.      Karakteristik Anak Usia Dini

Anak usia dini memiilki karakteristik yang unik karena anak berada pada proses tumbuh kembang yang sangat pesat dan fundemenatal bagi kehidupan berikutnya. Beberapa karakteristik untuk anak usia dini tersebut. (hartati, 2005)

a.     Karakteristik Rasa Ingin Tahu yang Besar

b.      Merupakan pribadi yang unik

c.       Suka berfantasi dan berimajinasi

d.      Menunjukan sikap egosentris

e.       Memiliki daya rentan konsentrasi yang pendek

 

C.        MEDIA KARTU HURUF BERGAMBAR

1.         Pengertian Media pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber kepada penerima (Hairudin, 2008: 7). Gagne berpendapat media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar (Cece Wijaya,dkk. 1991: 137). Sedangkan pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan yang menjadikan orang atau makhluk hidup belajar (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005: 17). Jadi, media pembelajaran adalah media 9 yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai.

“Dalam depdiknas (2003) juga dinyatakan bahwa media pembelajaran adalah media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang sudah dirumuskan (Hairudin, 2008: 7). ” Kehadiran media pembelajaran dalam proses pengajaran diharapkan.

Dapat menyentuh aspek-aspek psikologis sehingga terjadi proses belajar mengajar dalam diri siswa tersebut. Seperti pendapat Sadiman (Dadan Djuanda, 2006: 102), media pembelajaran adalah “segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat digunakan menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, serta perhatian siswa agar proses belajar terjadi.

2.         Nilai bermanfaat media pembelajaran 

a.      Manfaat media pembelajaran 

1.      Memungkinkan anak berinteraksi     secara langsung dengan lingkungannya.

2.      Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau persefsi belajar pada masing – masing anak 

3.      Membangkitkan motivasi belajar anak 

4.      Menyajikan informasi belajar secara konsisten, dapat diulang, maupun disimpan menurut kebutuhan   

b.      Nilai – nilai media pembelajaran

1.      Mengkonkritkan benda yang abstrak 

2.      Menghadirkan objek- objek yang terlalu bahaya atau sukar yang didapat kedalam lingkungan belajar

3.      Mengahadirkan objek yang terlalu besar 

4.      Memperlihatkan Gerakan yang terlalu cepat 

c.       Media kartu huruf bergambar  

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kartu adalah kertas tebal berbentuk persegi panjang. Sedangkan kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Gambar merupakan media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana.

d.      Kegunaan kartu huruf bergambar

Kegunaan kartu huruf bergambar adalah mengembangkan daya fikir anak dalam menghubungkan dan mengingat angka, warna juga bahasa anak.

e.       Langkah – langkah media kartu huruf bergambar

Media yang digunakan oleh Guru adalah salah satu kunci pokok didalam keberhasilan suatu kegiatan dalam pembelajaran mengenai kognitif anak .Langkah – langkah yang digunakan

1.      Mempersiapkan anak 

2.      Menyediakan peralatan ( Media kartu huruf bergambar )

3.      Mempraktikan cara penggunaan media

4.      menghubungkan media dengan pembelajaran anak (TEMA)

5.      Menghubungkan media dengan bermain anak

f.        Strategi pengembangan kognitif melalui media kartu huruf bergambar

Strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kognitif melalui kartu huruf bergambar di Taman Kanak – Kanak yaitu bermain dengan metode mengajar yang tepat untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak serta melibatkan anak dengan melibatkan anak dalam kegiatan yang dapat memberikan berbagai pengalaman bagi anak, selain itu perlu juga memperhatikan motivasi dan minat anak sehingga kedua faktor itu betul – betul memberi pengaruh yang besar dalam kemampuan kognitif anak.

Strategi ini dilakukan dengan berbagai macam aktivitas yang memperlihatkan kemampuan kognitif yang dimiliki anak. Seperti yang dikemukakan oleh Bomley ( 1992;216 ) strategi yang digunakan harus menyediakan dengan tepat sesuai dengan minat yang dibutuhkan anak karena juga melibatkan anak dan situasi yang berbeda dalam kelompok kecil, kelompok besar atau secara individual.

g.      Keterkaitan penggunaan media kartu huruf bergambar dengan kemampuan kognitif 

Keterkaitan media kartu huruf bergambar dengan kemampuan kognitif anak adalah bahwa kegiatan belajar memerlukan kesiapan dalam diri anak, artinya belajar sebagai suatu proses yang membutuhkan aktivitas baik fisik maupun fisikis, selain itu kegiatan belajar pada anak harus disesuaikan dengan tahap – tahap perkembangan mental anak.

III. PELAKSANAAN PERBAIKAN

A.  Informasi Subjek Penulisan (Lokasi, waktu, tema, kelompok, dan karakteristik anak)

1.    Subjek

Subjek    penulisan    perbaikan      pembelajaran     ini      adalah anak   kelompok   B   Tk    Al Munajah     Kota    Bandung   yang berjumlah 7 orang   dan  terdiri  dari  laki-laki  3  orang    serta perempuan  4 orang.

2.    Lokasi / Tempat

Tempat    penulisan    perbaikan    pembelajaran   di   laksanakan  di  Tk   Al Munajah Kec. Buahbatu Kota  Bandung .

3.    Waktu

Waktu penulisan akan dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus yang pertama akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 20 April 2021 dengan tema binatang, sedangkan siklus yang ke 2 dengan tema binatang peliharaan, subtema binatang peliharaan dilaksanakan pada hari jumat  tanggal 21 April 2021. Adapun langkah langkah yang diguanakan penulis mengambil langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Tema. Tema   penulisan   pembelajaran    ini    adalah    tema   binatang dan  sub  tema  macam-macam  binatang.

4.    Karakteristik anak

Anak   usia   dini   adalah   anak   yang   berada    pada    rentang usia  0-8  tahun. Beberapa  karakteritik  anak  usia  dini  menurut Hartati    dalam   Winda   gunarti,   Lilis   Suryani,  Azizah  muis (2010:1.4)  sebagai  berikut :

·      Memiliki rasa ingin tahu yang besar

Anak usia dini  sangat  tertarik  dengan  dunia sekitarnya, dia ingin mengetahui segala sesuatu yang terjadi di  seke- lilingnya. Anak mulai gemar bertanya  meskipun  dengan bahasa yang sederhana.

·      Merupakan pribadi yang unik

Meskipun banyak terdapat kesamaan  dalam  pola  umum perkembangan,  setiap   anak - anak   memiliki   keunikan masing-masing.   Keunikan  tersebut  berasal   dari factor genetic dan lingkungan.

·      Masa paling potensial untuk belajar

Anak  usia  ini  sering  disebut  golden age atau usia emas karena pada rentang usia ini anak mengalami pertumbuh- an dan perkembangan sangat pesat pada berbagai aspek.

B.  Deskripsi Per Siklus

Langkah – langkah  yang  dilaksanakan  di setiap  prosedur pelaksa-naan  siklus yaitu :

a.    Pra Siklus

Dalam pembelajaran  pra  siklus di  kelompok  B  Tk  Al Munajah Kota  Bandung  anak  belum   mampu   atau   memahami   dalam   membedakan   huruf   yang   mirip   seperti  b dan d   maka perlu  dilakukannya  pembelajaran  ulang   dalam   kedua  siklus. Pra Siklus  adalah  siklus  I  (pertama)  dan  siklus  II  (kedua).

b.    Siklus  I  (Pertama)

1.    Rencana Pelaksanaan

Sebelum   perencanaan   dilaksanakan,   perlu   dilakukannya observasi  di  kelompok  B  Tk   Al Munajah   Kota  Bandung. Dalam  observasi   ditemukan   beberapa    kondisi    kegiatan  anak  terlihat  kurang    tertarik    dalam    mengikuti    proses  pembelajaran,  anak   belum   mampu   dalam    membedakan huruf  yang  mirip  seperti  b dan d

Dari  kendala di atas  maka, perencanaan pembelajaran yang  di lakukan  adalah  sebagai  berikut :

a.         Mengidentifikasi  masalah  yang  dihadapi  guru dan anak saat  pembelajaran.

b.         Membuat   Rencana   Kegiatan    Harian    ( RKH)    yang meliputi :   merumuskan    indikator   yang  akan  dicapai, merancang  pembelajaran  dengan  menggunakan   media kartu  huruf  bergambar,   menyiapkan   alat   dan   bahan yang  diperlukan.

       Berikut  rancangan  pembelajaran  dengan menggu-nakan  media  kartu  huruf  bergambar  di Tk  Al Munajah pada  siklus  I :

1.         Pertemuan I

Menyebutkan  huruf   b dan d   serta    menulis huruf  b dan d    di udara.

2.         Pertemuan  II

Bermain  kartu   huruf   bergambar   dengan   mencari huruf  yang  sama.

3.         Pertemuan  III

Mengelompokkan    gambar    yang    huruf   awalnya sama    (beruang, buaya,bebek,  domba, dan domba)

 Jika  pada  siklus  I  belum  berhasil  maka   rancangan    pembelajaran    pada     siklus    II     sebagai  berikut :

1.         Pertemuan  I


Mengelompokkan  gambar  binatang  yang   huruf  awalnya  sama  (b dan d)  dan  mencari  kartu huruf  yang  huruf  awalnya  sama (b dan d).

2.         Pertemuan II

Melingkari  huruf  awal   yang   sama   pada   kata buaya, badak, domba, dugong, domba.

3.         Pertemuan   III

Mengelompokkan    kata     yang    huruf  awalnya sama   lalu    menghubungkannya   dengan    kartu huruf

 

2.         Pelaksanaan  Tindakan

             Kegiatan  yang  dilakukan  dalam  tahap  ini    adalah menerapkan  Rencana  Kegiatan  Harian  ( RKH )  yang telah disusun  dalam  pembelajaran  dikelompok B  Tk  Al Munajah Kota  bandung.

3.         Pengamatan

           Pengamatan      dilakukan      selama       pembelajaran  berlangsung  dengan  tujuan  untuk  mengamati   pelaksanaan tindakan.     

Dalam      melakukan      pengamatan,     penulis  mengamati   jalannya    pembelajaran    berdasarkan    lembar observasi  yang  telah  disiapkan  oleh  penulis.   Pengamatan dilakukan  sebagai  sarana  pengumpulan  data  yang  berkait- an  dengan  pelaksanaan  tindakan  penulisan  yang   meliputi observasi  kegiatan  guru.

4.         Refleksi

          Kegiatan   refleksi    dilakukan    setelah     pelaksanaan tindakan   dan   pengamatan   pada   siklus   I.     Pada    tahap ini  penulis    mengamati    guru    yang   sedang   melakukan  kegiatan  selama  pembelajaran.   Refleksi   bertujuan   untuk mengetahui  kekurangan  dan  kelebihan   yang   terjadi   saat pembelajaran  berlangsung.   Hasil   refleksi   berguna   untuk menentukan  tingkat  keberhasilan  dari  tindakan  yang  telah dilakukan.                                                                               

c.         Siklus  II

a.     Perencanaan Siklus II

Pada   tahap     ini     kegiatan-kegiatan    yang      dilakukan  adalah  sebagai berikut :

1.    Merencanakan      proses    pelaksanaan    pembelajaran   membedakan   huruf   melalui   kartu    huruf      bergambar

2.    Mengembangkan  skenario  model  pembelajaran  dengan  membuat  RPPH

b.    Tahap Pelaksanaan

Tindakan  pada  siklus  II  dilaksanakan  pada  hari     jum’at    tanggal   15   Mei  2020. Pelaksanaan  pada  siklus  II,  lebih  menekankan   pada    saat      memberi      penjelasan   dalam  membedakan    huruf     yang    mirip     serta     menyiapkan  ruangan  yang  kondusif.

c.     Pengamatan

Tahap  pengamatan  pada  siklus  II dilakukan  sama  seperti pada siklus   I,  observasi  dilakukan   selama   pembelajaran  berlangsung.  Perubahan pada   siklus    II    sudah    nampak  terlihat  jelas,  kemampuan    guru      dalam     pembelajaran  membedakan  huruf   yang   mirip    melalui     kartu     huruf bergambar        berlangsung       dengan        lancar.     Dapat    diketahui    bahwa   membedakan  huruf  yang   mirip    pada  siklus  II     sudah    berkembang baik.


 

d.    Tahap refleksi

Tahap   refleksi     pada    siklus   II   mengevaluasi    tentang  hasil  dari  siklus II,    yang    merupakan    kelanjutan    dari   siklus      I.      Berdasarkan      simulasi     mengajar    dalam  membedakan  huruf  yang   mirip    melalui     kartu     huruf  bergambar  di    kelompok    B      Tk      Al Munajah      Kota    Bandung    sudah  adanya  peningkatan.   Kemampuan  guru dalam memberikan  pembelajaran membedakan  huruf  yang                                                                                     mirip   menggunakan    alat    peraga   selain    kartu     huruf  bergambar  juga  ada  gambar  binatang  yang   diberi   huruf  sehingga akan  memudahkan  anak   dalam       membedakan  huruf  yang  mirip.

 

IV. HASIL  DAN  PEMBAHASAN                                                                                                                                                                                                                                          

A.    Pembahasan

Berdasarkan observasi hasil dari pelaksanaan siklus I dan siklus II menunjukan bahwa pembelajaran siklus ke II lebih bermakna dan lebih menitik beratkan ke aspek kognitif  dengan tujuan anak lebih mudah mengingat huruf melalui media kartu huruf bergambar dari pada siklus ke 1 Dari pembelajaran siklus 1 dibandingkan dengan pembelajaran siklus ke II yang lebih menitik beratkan ke media kartu huruf bergambar maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pembelajaran memakai media kartu huruf bergambar lebih mudah mengingat huruf dari pada pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus Pertama. Adapun beberapa kelebihan dalam pembelajaran siklus yang ke II adalah :

Persiapan yang lebih baik disbanding dengan siklus 1

 a) Setting ruangan lebih effektif

b)          Prosedur dan langkah – langkah pembelajaran lebih diperhatikan oleh penulis

c)          Membuat media pembelajaran lebih baik untuk merancang pembelajaran yang menyenangkan karena proses pembelajaran yang menyenangkan anak untuk membuat anak antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Hasil observasi pencapaian kemampuan membaca permulaan anak pada Siklus II disajikan dalam grafik sebagai berikut

 

 

 

            Hasil dari observasi yang dilakukan oleh penilai dalam menilai perkembangan kemampuan peneliti tertuang dalam lembar APKG-PKP 1 dan 2, yang telah direkapitulasi menjadi :

Rekapitulasi Nilai APKG 1 dan 2

APKG

Nilai

Siklus 1 hari ke-1

APKG 1

3,7

APKG 2

4

Siklus 2 hari ke-5

APKG 1

4,3

APKG 2

4,74

                                               

 

Dari tabel.5 di atas maka dapat dibuat kesimpulan bahwa perbaikan yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan keterampilan mewarnai anak dengan pendekatan lingkungan alam terjadi peningkatan kemampuan guru, dimana hasil dari Siklus 1-APKG PKP 1 dengan nilai rata-rata 3, 7 dan pada Siklus 1-APKG PKP 2 dengan nilai rata-rata 4 meningkat pada Siklus 2, yaitu APKG PKP 1 menjadi 4,3 dan APKG PKP 2 menjadi 4,74.  Maka diagram dari rekapitulasi APKG-PKP 1 dan 2 adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

Penilaian Kemampuan Pelaksanaan Perbaikan Kegiatan Pengembangan

Refleksi

Refleksi    dilakukan    sebagai    kegaiatan    evaluasi    dari      kegiatan  pengembangan    I,   II,   III,  IV dan V   pada    siklus    II    sehingga   dapat   dibahas kekurangan  dan  kelebihannya.  Tahap  refleksi  ini  digunakan   penulis    untuk menganalisis  hasil  tindakan  yang  dilakukan   guru,   analisis   yang   dilakukan mengenai  berbagai  hambatan,  kekurangan  ataupun  kelemahan  yang   dialami guru  selama  pelaksanaan  siklus II.

               Dari  kegiatan  pembelajaran  siklus  II  yang  telah  dilaksanakan, guru melaksanakan   pembelajaran   dengan   baik.    Dibandingkan     dengan    siklus  sebelumnya,   kemampuan   guru   mengalami   peningkatan   yang   lebih   baik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 

Berdasarkan analisis data diatas secara umum dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu huruf bergambar untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak di TK Al Munajah Kecamatan Buahbatu di Kota Bandung. Peningkatan kemampuan kognitif anak di kolompok B khususnya pada bidang kemampuan Kognitif melalui media kartu huruf bergambar, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan pada aspek kegiatan, perencanaan, perbaikan dan replersi pada siklus 1 dan siklus II.

Hasil dari perencanaan perbaikan pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan karena pada kemampuan pelaksanaan perbaikan pengembangan sudah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya.  Dari urain diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dadu untuk meningkatkn kognitif pada anak kelompok B di TK Al Munajah Kecamatan Buahbatu Kota Bandung, dapat dikatagorikan berkembang sangat baik, dan pencapain hasil yang sangat memuaskan pada akhir siklus 2.

C. Saran

Berdasarkan hasil Penulisan dapat d saran-saran yang bermanfaat diantaranya:

a.        Bagi Guru

1.        Agar kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media  kartu huruf bergambar dengan baik maka pendidik harus melibatkan anak aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung

2.        Guru hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan

 

b.        Bagi Sekolah 

Penulisan ini dapat dijadikan sebagai referensi atau masukan bahwa dengan menggunakan media dadu dapat meningkatka kognitif.


DAFTAR PUSTAKA

Bardekamp. Sue., 1987, Development Appropriate Practice in Early Childhood

Program

Serving Children From Birth Through Age 8. Expendded Edition  Washington,

          DC:NAEYC

Sujiono, Yuliani Nuraeni.(2018). Metode Pengembangan Kognitif. Tangerang

Selatan: Universitas Terbuka

Ertiya, Estu. 2019. Skenario Perbaikan Kemampuan Keaksaraan TK, Prambanan

(http://estuertiya.blogspot.com/2016/10/skenario-perbaikan.html)

Susilo, Zein. 2014. bab iii pelaksanaan perbaikan pembelajaran, Mojokerto

(https://www.academia.edu/9141970/BAB_III_PELAKSANAAN_PERBAIKAN_PEMBELAJARAN)

Maemunah, Uun. 2020. laporan pkp pg -paud, Garut

(https://www.academia.edu/43649786/LAPORAN_PKP_PG_PAUD)

Diunduh pada hari senin 23 Mei 2021 pukul 20:31

 

 

 

 

 

 

 

Comments